PSN Merauke: Amicus Curiae untuk Kasus Kelayakan Lingkungan Hidup Pembangunan Jalan 135 km

Perkara Nomor 9/G/LH/2026/PTUN.JPR di PTUN Jayapura merupakan gugatan masyarakat adat Malind terhadap keputusan Bupati Merauke mengenai kelayakan lingkungan hidup untuk rencana pembangunan jalan akses sepanjang 135 kilometer sebagai bagian dari proyek ketahanan pangan di Merauke. Dalam perkara ini, kami menyampaikan amicus curiae, atau “sahabat pengadilan”, yaitu pandangan atau pendapat dari pihak di luar para pihak yang berperkara untuk membantu memberikan perspektif dan bahan pertimbangan bagi hakim dalam memeriksa dan memutus suatu perkara. Amicus curiae tidak bertindak sebagai pihak dalam perkara dan tidak mewakili penggugat maupun tergugat.

Melalui amicus curiae ini, kami menyampaikan pandangan hukum mengenai pentingnya perlindungan lingkungan hidup dan penghormatan terhadap hak masyarakat adat dalam pengambilan keputusan terkait pembangunan PSN di Merauke. Pandangan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan Majelis Hakim dalam memastikan bahwa proses pembangunan dan keputusan administratif yang mendasarinya tetap sejalan dengan prinsip perlindungan lingkungan, hak masyarakat adat, serta kewajiban negara untuk melindungi masyarakat yang terdampak.

Artikel Lainnya

Share

Publikasi

Satya Bumi menghadirkan berbagai publikasi yang fokus pada isu lingkungan dan sosial di Indonesia, dari perlindungan hutan, keanekaragaman hayati, hingga dampak pembangunan terhadap masyarakat lokal. Kami menulis artikel mengenai wawasan tentang bagaimana manusia dan alam saling terkait, sekaligus mendorong kesadaran dan aksi nyata untuk menjaga bumi

Publikasi

Terbaru
Laporan

Annisa Rahmawati

Pembina

Annisa Rahmawati adalah seorang perempuan aktivis lingkungan. Mengawali karirnya pada tahun 2008 sebagai Local Governance Advisor pada program kemanusiaan di Aceh – di EU-GTZ International Service yang berfokus pada perawatan perdamaian dan peningkatan kapasitas pemerintah daerah. Pengalaman dalam bisnis yang lestari dan berkelanjutan didapat dari Fairtrade International sebagai assistant dan di Greenpeace Southeast Asia sebagai Senior Forest Campaigner yang berfokus pada kampanye market untuk komoditas industrial khususnya sawit yang bebas deforestasi sejak tahun 2013-2020. Selain itu Annisa juga pernah bekerja sebagai asisten proyek di UN-ESCAP Bangkok untuk perencanaan pembangunan kota yang lestari pada tahun 2012. Annisa memiliki latar belakang pendidikan di bidang Biologi dari Universitas Brawijaya Malang dan mendapatkan master dari International Management of Resources and Environment (IMRE) di TU Bergakademie Freiberg Germany dengan dukungan Yayasan Heinrich Boell Stiftung. Annisa sangat antusias dan passionate untuk menyebarkan pesan dan kesadaran kepada dunia tentang permasalahan lingkungan dan bagaimana mencari solusi untuk menjadikan bisnis lebih bisa melakukan tanggung jawabnya, serta bagaimana kita bisa bertindak untuk menghadapi krisis iklim yang saat ini sedang kita hadapi.