Pertama di Indonesia, Hari Orangutan Sedunia 2025 Disuarakan Lewat Banner Raksasa

JAKARTA – “JAGA HUTAN JAGA ORANGUTAN!”

Di tengah hiruk pikuk Car Free Day Jakarta, ratusan pesepeda dan pejalan kaki mendadak menoleh ke langit. Sebuah spanduk raksasa terbentang di jembatan penyeberangan orang (JPO) Phinisi, Karet Sudirman, menyerukan satu pesan tegas: “Save, Love, Protect Orangutan”.

Bike For yOU 2025 atau Bersepeda untuk Orangutan menjadi aksi peringatan Hari Orangutan yang tak biasa. Organisasi lingkungan Satya Bumi, berkolaborasi dengan komunitas sepeda Chemonk dan Kamerawan Jurnalis Indonesia (KJI), mengajak warga kota peduli hutan tropis Indonesia yang terus tergerus pembukaan lahan.

Mengulang kesuksesan tahun lalu, Bike For yOU 2025 digelar untuk kembali menegaskan tuntutan kepada pemerintah dan publik agar melindungi habitat orangutan. Setiap tahun, habitat orangutan terdeforestasi seluas 19.014 ha, atau hampir setara dengan 1,5 kali luas Jakarta Selatan. Deforestasi ini disebabkan oleh pertambangan, industri dan berbagai aktivitas pembangunan.

“Orangutan bukan hanya satwa, tapi penjaga hutan hujan terakhir kita. Jika mereka hilang, hutan pun ikut lenyap,” ujar Direktur Eksekutif Satya Bumi Andi Muttaqien di Jakarta, Minggu (24/8/2025).

Selain aksi bersepeda ramah lingkungan, kegiatan ini dirancang untuk menggugah warga kota agar memahami keterkaitan langsung antara hilangnya hutan, krisis iklim, dan masa depan manusia.

Selain membentangkan banner raksasa, ratusan pesepeda peserta Bike For You melintasi area CFD sembari membawa poster dan atribut kampanye. Aksi ini menjadi yang pertama di Indonesia untuk Hari Orangutan Sedunia dengan skala visual semasif ini.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Bike For yOU kali ini dilanjutkan dengan serangkaian acara lanjutan bertajuk: Day For yOU atau Satu Hari untuk Orangutan. Dengan mengusung tema piknik di taman kota, warga diajak peduli orangutan melalui talkshow, pertunjukkan musik oleh Nugie, teater hingga stand up comedy Sandi Sukron.

Info lebih lanjut hubungi:
Restu Diantina – (081517424706)

Artikel Lainnya

Share

Publikasi

Satya Bumi menghadirkan berbagai publikasi yang fokus pada isu lingkungan dan sosial di Indonesia, dari perlindungan hutan, keanekaragaman hayati, hingga dampak pembangunan terhadap masyarakat lokal. Kami menulis artikel mengenai wawasan tentang bagaimana manusia dan alam saling terkait, sekaligus mendorong kesadaran dan aksi nyata untuk menjaga bumi

Publikasi

Terbaru
Laporan

Annisa Rahmawati

Pembina

Annisa Rahmawati adalah seorang perempuan aktivis lingkungan. Mengawali karirnya pada tahun 2008 sebagai Local Governance Advisor pada program kemanusiaan di Aceh – di EU-GTZ International Service yang berfokus pada perawatan perdamaian dan peningkatan kapasitas pemerintah daerah. Pengalaman dalam bisnis yang lestari dan berkelanjutan didapat dari Fairtrade International sebagai assistant dan di Greenpeace Southeast Asia sebagai Senior Forest Campaigner yang berfokus pada kampanye market untuk komoditas industrial khususnya sawit yang bebas deforestasi sejak tahun 2013-2020. Selain itu Annisa juga pernah bekerja sebagai asisten proyek di UN-ESCAP Bangkok untuk perencanaan pembangunan kota yang lestari pada tahun 2012. Annisa memiliki latar belakang pendidikan di bidang Biologi dari Universitas Brawijaya Malang dan mendapatkan master dari International Management of Resources and Environment (IMRE) di TU Bergakademie Freiberg Germany dengan dukungan Yayasan Heinrich Boell Stiftung. Annisa sangat antusias dan passionate untuk menyebarkan pesan dan kesadaran kepada dunia tentang permasalahan lingkungan dan bagaimana mencari solusi untuk menjadikan bisnis lebih bisa melakukan tanggung jawabnya, serta bagaimana kita bisa bertindak untuk menghadapi krisis iklim yang saat ini sedang kita hadapi.