LAPORAN – Pulau Kabaena dalam Angka: Dinamika Sosial, Ekonomi dan Lingkungan Masyarakat dalam Pusaran Pertambangan Nikel

Laporan ini disusun sebagai upaya untuk menghadirkan gambaran empiris mengenai kondisi tersebut. Dengan melakukan pendekatan berbasis data, laporan ini menyorot bagaimana ekspansi pertambangan yang masif telah berimplikasi pada perubahan struktur ekonomi lokal, degradasi lingkungan, serta meningkatnya kerentanan sosial dan kesehatan masyarakat.

Temuan dalam laporan ini memperlihatkan adanya kesenjangan antara intensitas investasi di sektor ekstraktif dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di satu sisi, pertambangan memberikan kontribusi terhadap perekonomian makro. Namun di sisi lain, masyarakat di sekitar wilayah tambang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan dasar, penurunan mata pencaharian tradisional, serta risiko kesehatan akibat pencemaran lingkungan. Kondisi ini menunjukkan bahwa tata kelola sumber daya alam, khususnya di wilayah pulau kecil, memerlukan perhatian dan pembenahan yang lebih serius.

Pertambangan nikel di Pulau Kabaena tidak menghasilkan transformasi kesejahteraan yang signifikan bagi masyarakat lokal dan malah meningkatkan kerentanan sosial-ekonomi serta menciptakan ketergantungan pada ekonomi ekstraktif. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembangunan yang lebih terintegrasi, berbasis daya dukung lingkungan, serta memastikan bahwa manfaat ekonomi dari sumber daya alam dapat terdistribusi secara adil.

Artikel Lainnya

Share

Publikasi

Satya Bumi menghadirkan berbagai publikasi yang fokus pada isu lingkungan dan sosial di Indonesia, dari perlindungan hutan, keanekaragaman hayati, hingga dampak pembangunan terhadap masyarakat lokal. Kami menulis artikel mengenai wawasan tentang bagaimana manusia dan alam saling terkait, sekaligus mendorong kesadaran dan aksi nyata untuk menjaga bumi

Publikasi

Terbaru
Laporan

Annisa Rahmawati

Pembina

Annisa Rahmawati adalah seorang perempuan aktivis lingkungan. Mengawali karirnya pada tahun 2008 sebagai Local Governance Advisor pada program kemanusiaan di Aceh – di EU-GTZ International Service yang berfokus pada perawatan perdamaian dan peningkatan kapasitas pemerintah daerah. Pengalaman dalam bisnis yang lestari dan berkelanjutan didapat dari Fairtrade International sebagai assistant dan di Greenpeace Southeast Asia sebagai Senior Forest Campaigner yang berfokus pada kampanye market untuk komoditas industrial khususnya sawit yang bebas deforestasi sejak tahun 2013-2020. Selain itu Annisa juga pernah bekerja sebagai asisten proyek di UN-ESCAP Bangkok untuk perencanaan pembangunan kota yang lestari pada tahun 2012. Annisa memiliki latar belakang pendidikan di bidang Biologi dari Universitas Brawijaya Malang dan mendapatkan master dari International Management of Resources and Environment (IMRE) di TU Bergakademie Freiberg Germany dengan dukungan Yayasan Heinrich Boell Stiftung. Annisa sangat antusias dan passionate untuk menyebarkan pesan dan kesadaran kepada dunia tentang permasalahan lingkungan dan bagaimana mencari solusi untuk menjadikan bisnis lebih bisa melakukan tanggung jawabnya, serta bagaimana kita bisa bertindak untuk menghadapi krisis iklim yang saat ini sedang kita hadapi.