LAPORAN – Pemantauan Pembela HAM Lingkungan Hidup Indonesia Semester 1 Tahun 2025

Pembela HAM Lingkungan Hidup adalah orang-orang yang memperjuangkan hak-hak asasi manusia yang berkaitan dengan lingkungan hidup yang baik dan sehat. Dalam istilah internasional, orang-orang ini diistilahkan sebagai EHRD (Environmental Human Rights Defenders). Para Pembela HAM Lingkungan Hidup tidak harus seorang aktivis lingkungan, pengkampanye lingkungan hidup, maupun staf organisasi masyarakat sipil lingkungan hidup. Pembela HAM Lingkungan Hidup bisa jadi siapapun baik individu maupun kelompok, yang dalam kapasitas pribadi atau profesionalnya dan dengan cara damai, berupaya melindungi dan memajukan hak asasi manusia yang berkaitan dengan lingkungan hidup, termasuk air, udara, tanah, flora dan fauna.

 

Kondisi demokrasi dan upaya pembelaan HAM di Indonesia tercermin dalam laporan pemantauan ini, khususnya dalam ranah lingkungan hidup. Pembela HAM kerap mendapat serangan dan ancaman karena kerja-kerjanya dalam melawan ketidakadilan, tak terkecuali Pembela HAM Lingkungan Hidup. Tahun 2025 ini menandakan tahun pertama dari pemerintahan baru yang dipimpin oleh Prabowo Subianto. Hasil pemantauan menunjukkan peningkatan kasus yang signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada periode yang sama. Tahun 2024 semester satu, tercatat ada 13 kasus serangan dan ancaman. Sedangkan pada tahun 2025 semester satu, tercatat ada 29 kasus serangan dan ancaman. Peningkatan kasus yang secara presentase melebihi seratus persen ini lah yang kami sebut sebagai ‘ledakan’. Serangan dan ancaman seperti kriminalisasi, intimidasi, serangan fisik, teror, bahkan hingga serangan digital dialami oleh para Pembela HAM Lingkungan Hidup, yang seharusnya kerja-kerja mereka sudah dilindungi dan dijamin oleh berbagai regulasi termasuk Undang-Undang.

Artikel Lainnya

Share

Publikasi

Satya Bumi menghadirkan berbagai publikasi yang fokus pada isu lingkungan dan sosial di Indonesia, dari perlindungan hutan, keanekaragaman hayati, hingga dampak pembangunan terhadap masyarakat lokal. Kami menulis artikel mengenai wawasan tentang bagaimana manusia dan alam saling terkait, sekaligus mendorong kesadaran dan aksi nyata untuk menjaga bumi

Publikasi

Terbaru
Laporan

Annisa Rahmawati

Pembina

Annisa Rahmawati adalah seorang perempuan aktivis lingkungan. Mengawali karirnya pada tahun 2008 sebagai Local Governance Advisor pada program kemanusiaan di Aceh – di EU-GTZ International Service yang berfokus pada perawatan perdamaian dan peningkatan kapasitas pemerintah daerah. Pengalaman dalam bisnis yang lestari dan berkelanjutan didapat dari Fairtrade International sebagai assistant dan di Greenpeace Southeast Asia sebagai Senior Forest Campaigner yang berfokus pada kampanye market untuk komoditas industrial khususnya sawit yang bebas deforestasi sejak tahun 2013-2020. Selain itu Annisa juga pernah bekerja sebagai asisten proyek di UN-ESCAP Bangkok untuk perencanaan pembangunan kota yang lestari pada tahun 2012. Annisa memiliki latar belakang pendidikan di bidang Biologi dari Universitas Brawijaya Malang dan mendapatkan master dari International Management of Resources and Environment (IMRE) di TU Bergakademie Freiberg Germany dengan dukungan Yayasan Heinrich Boell Stiftung. Annisa sangat antusias dan passionate untuk menyebarkan pesan dan kesadaran kepada dunia tentang permasalahan lingkungan dan bagaimana mencari solusi untuk menjadikan bisnis lebih bisa melakukan tanggung jawabnya, serta bagaimana kita bisa bertindak untuk menghadapi krisis iklim yang saat ini sedang kita hadapi.