POLICY BRIEF – Menengok Ulang Efektivitas dan Implementasi Penilaian Usaha Perkebunan (PUP)

Tata kelola sektor perkebunan Indonesia berada di titik krusial. Meski menjadi penopang ekonomi dan melibatkan jutaan petani, sektor ini masih dibayangi deforestasi, konflik agraria, pelanggaran HAM, serta minimnya transparansi. Sistem Penilaian Usaha Perkebunan (PUP) yang seharusnya menjadi alat pengawasan kini terbukti ketinggalan zaman—lebih bersifat administratif, tidak berbasis risiko, dan belum menilai aspek sosial-lingkungan secara menyeluruh.

Melalui laporan ini, Satya Bumi mengungkap berbagai kelemahan struktural PUP yang membuka ruang bagi perusahaan bermasalah tetap beroperasi tanpa koreksi. Di tengah ketatnya tuntutan global terhadap produk berkelanjutan, Indonesia membutuhkan pembaruan mendalam agar PUP benar-benar menjadi instrumen akuntabel untuk melindungi hutan, masyarakat adat, dan daya saing nasional.

Laporan ini menawarkan rekomendasi konkret untuk reformasi PUP: memperbarui regulasi, memperkuat sanksi, membuka akses publik, menyelaraskan indikator dengan standar keberlanjutan internasional, serta meningkatkan kapasitas dan pendanaan penilaian. Reformasi ini mendesak agar tata kelola perkebunan Indonesia lebih adil, transparan, dan bertanggung jawab.

Artikel Lainnya

Share

Publications

Satya Bumi menghadirkan berbagai publikasi yang fokus pada isu lingkungan dan sosial di Indonesia, dari perlindungan hutan, keanekaragaman hayati, hingga dampak pembangunan terhadap masyarakat lokal. Kami menulis artikel mengenai wawasan tentang bagaimana manusia dan alam saling terkait, sekaligus mendorong kesadaran dan aksi nyata untuk menjaga bumi

Publications

Terbaru
Report

Annisa Rahmawati

Advisor

Annisa Rahmawati is a woman environmental activist. She started her career in 2008 as a Local Governance Advisor on a humanitarian program in Aceh - at EU-GTZ International Service which focused on peacekeeping and local government capacity building. Her experience in sustainable business comes from Fairtrade International as an assistant and at Greenpeace Southeast Asia as a Senior Forest Campaigner focusing on market campaigns for industrial commodities, especially deforestation-free palm oil from 2013-2020. In addition, Annisa also worked as a project assistant at UN-ESCAP Bangkok for sustainable urban development planning in 2012. Annisa has an educational background in Biology from Brawijaya University Malang and obtained a master's degree in International Management of Resources and Environment (IMRE) at TU Bergakademie Freiberg Germany with the support of the Heinrich Boell Stiftung Foundation. Annisa is enthusiastic and passionate about spreading messages and awareness to the world about environmental issues and how to find solutions to make businesses more responsible, as well as how we can act to deal with the climate crisis that we are currently facing.